Diskusi Sastra dan Pembacaan Puisi Karya Dharmadi


Teater Semut Kendal kembali menggelar Diskusi Sastra yang dikemas dalam bentuk pembacaan puisi-puisi karya Dharmadi (penyair dari Purwokerto). Pembacaan puisi akan dilakukan oleh sang penyair dan awak Teater Semut secara teatrekal.

Acara tersebut digelar pada:

hari, tanggal: Minggu, 24 Agustus 2008

pukul: 09.00 WIB s.d. selesai

tempat: Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kendal, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 62 Kendal

Keterangan:

Kontribusi peserta:

a. Guru sebesar Rp30.000,00 perorang (buku, sertifikat, dan kudapan)

b. Pelajar/Umum sebesar Rp15.000,00 perorang (sertifikat dan kudapan)

Pendaftaran dapat dilakukan via kontak person: 081575463844, 085226251543
Usai pentas baca puisi dilanjutkan dengan Diskusi Sastra yang akan mengupas habis tentang penulisan teks puisi secara kreatif. Acara tersebut jelas akan sangat berarti bagi teman-teman sejawat guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal dalam upaya memberikan apresiasi sastra kepada sang pengarang sekaligus sebagai bekal menyajikan materi penulisan puisi secara kreatif kepada siswa didik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah penulisan puisi akan dikupas habis-habisan oleh sang penulis. Mohon untuk berkenan hadir. Terima kasih.

Salam Budaya,

Sawali Tuhusetya

Iklan

Pembacaan Cerpen karya Budi Maryono dan Diskusi Sastra


Teater Semut Kendal akan menyelenggarakan Diskusi Sastra yang dikemas dalam bentuk pembacaan cerpen karya Budi Maryono (cerpenis dan redaktur Suara Merdeka, Semarang). Pembacaan cerpen akan dilakukan oleh sang cerpenis dan awak Teater Semut secara teatrekal.

Acara tersebut digelar pada:

hari, tanggal: Minggu, 27 Juli 2008

pukul; 09.00 WIB s.d. selesai

tempat: Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kendal, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 42 Kendal

keterangan:

1. kontribusi peserta Rp50.000,00 perorang

2. peserta mendapatkan sertifikat

3. peserta mendapatkan 1 (satu) buah buku kumpulan cerpen

4. kudapan

Usai pentas baca cerpen dilanjutkan dengan Diskusi Sastra yang akan mengupas habis tentang penulisan teks cerpen secara kreatif. Acara tersebut jelas akan sangat berarti bagi teman-teman sejawat guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal dalam upaya memberikan apresiasi sastra kepada sang pengarang sekaligus sebagai bekal menyajikan materi penulisan cerpen secara kreatif kepada siswa didik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah penulisan cerpen akan dikupas habis-habisan oleh sang penulis. Mohon untuk berkenan hadir. Terima kasih.

Salam Budaya,

Sawali Tuhusetya

Kangen Rumah Lama


Tanpa terasa, sudah hampir 5 bulan saya tidak mengurus gubug sederhana ini. Mohon maaf kepada sahabat-sahabat pengunjung yang “kesasar” di gubug ini :mrgreen: hingga akhirnya kecewa karena tidak pernah muncul tulisan terbaru. Kesibukan *halah sok* mengurus blog Catatan Sawali Tuhusetya agaknya telah membuat saya jadi “lupa diri” untuk mengurusnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung yang telah berkenan meninggalkan jejak komentar, sekaligus mohon maaf apabila saya tidak sempat merespon.

Gubug ini memang meninggalkan kenangan yang tak bisa saya lupakan. Saat-saat awal ngeblog, di gubug inilah saya sering berteriak. Meski gubug ini tidak pernah menyajikan sesuatu yang baru sejak 5 Januari 2008, agaknya masih ada juga pengunjung yang berkenan menjenguknya. Iseng-iseng saya melihat statistik blog lewat menu dasbor. Rumah ini rata-rata *halah, narsis* masih dikunjungi sekitar 150-an orang setiap harinya. Berikut ini skrinsyut jumlah pengunjung yang saya ambil pada tanggal 28 Mei 2008 pukul 00.13 WIB dini hari.

Lagi

Sekilas Info!


Rekan-rekan sejawat dan pengunjung yang ingin mengikuti tulisan saya, silakan kunjungi Blog Catatan Sawali Tuhusetya. Blog “Jalur Lurus” sudah tidak saya update sejak 5 Januari 2008. Rekan-rekan yang ingin tukar link, silakan ganti link saya yang baru: http://sawali.info/

Terima kasih dan salam budaya,

Sawali Tuhusetya

Pindah Rumah pada Awal Tahun


Teman-teman bloger yang saya hormati,

Mulai 5 Januari 2008, saya pindah rumah di sini.


Catatan Sawali Tuhusetya

*Terima kasih kepada Bung Militis yang telah berkenan membuatkan saya sebuah header keren di Jalur Lurus yang kemudian saya adopsi sebagai chiklet di Catatan Sawali Tuhusetya*

Saya ingin sedikit bercerita. Jujur saja. Selama ini saya mempunyai dua istri blog yang rutin saya sambangi update, yakni Jalur Lurus dan Catatan sawali Tuhusetya. Dua-duanya menarik dan mampu merangsang adrenalin saya untuk menulis. Tapi, saya sering bersikap tidak adil, bahkan sering bingung. Setiap kali dapat rezeki postingan baru, saya justru bingung. Harus memberikannya kepada siapa? Sementara untuk terus produktif memburu rezeki postingan yang baru, otak dan tenaga sudah loyo. Akhirnya, saya ambil jalan pintas. Postingan saya itu saya muat di blog dua-duanya. Itulah yang menggelisahkan batin saya. Atas pertimbangan beberapa teman, saya disarankan untuk fokus pada istri blog yang baru. *halah*

Lagi

Pertanyaan Iseng?


Tulisan supersingkat ini masih berkaitan dengan postingan sebelumnya. Jumlah guru yang terdaftar di Jardiknas hingga saat ini mencapai 1.293.758 orang. Terinspirasi oleh postingan Ndoro Kakung, saya iseng bertanya. Singkat saja, “Apa yang akan terjadi dengan dunia pendidikan kita kalau setiap guru sudah punya blog?” ***

Blog Guru


Ini postingan pertama pasca-2007. Tiba-tiba saja saya terusik untuk mengangkat blog guru sebagai topik. Maklum, memasuki liburan semester I ini banyak waktu luang yang bisa saya gunakan untuk memuaskan syahwat hasrat bercinta berselancar dengan kekasih blog saya di dunia maya. *halah* “Kayak ndak ada kerjaan ajah!”, ujar Mas Mbelgedez, hehehehe 😆

Ya, ya, ya, setelah hampir 6 bulan lamanya bersikutat dengan rutinitas di sekolah, para guru diberi kesempatan untuk libur. Mungkin setiap daerah beda-beda, yak. Sudah otonomi kok. Jadi, terserah kebijakan Pemda/Pemkot masing-masing. Untuk daerah saya (Kendal), sekitar 2 minggu, para guru bisa menghirup udara bebas di luar tembok sekolah. *halah* 14 Januari nanti baru kembali mencium aroma silabus, RPP, agenda mengajar, buku teks, daftar nilai, dan setumpuk tugas sampingan lainnya di sekolah.

Lagi

Previous Older Entries Next Newer Entries