Selamat Tahun Baru 2010


Tahun Baru Detik-detik pergantian tahun kembali tiba. Tahun 2009 dengan segala hiruk-pikuk dan segenap dinamikanya akan segera kita tinggalkan. Lembaran tahun 2010 pun akan segera terbuka. Setiap pergantian tahun selalu menyisakan kenangan dan menyembulkan optimisme untuk menyongsong perubahan dan harapan-harapan baru.

Selamat Tahun Baru 2010 buat sahabat-sahabat semua, semoga tambah sehat, segar-bugar, makin lancar rezekinya, dan makin sejahtera. Semoga para koruptor juga makin insyaf dan kembali ke jalur yang lurus, amiin.

Iklan

Informasi Alamat Blog


Sebelumnya saya mengucapkan terima kasihkepada sahabat-sahabat yang telah berkenan mampir di blog ini. Namun, mohon maaf kalau banyak komentar yang tidak saya respon, karena adanya keterbatasan waktu. Selain itu, blog ini hanya saya up-date sekadar untuk menyampaikan informasi-informasi baru berkaitan dengan kegiatan yang saya lakukan.

Untuk itu, melalui postingan ini, saya informasikan bahwa blog-blog yang rutin saya update adalah:

  1. Catatan Sawali Tuhusetya : blog ini berupa kumpulan catatan ringan seorang guru tentang dunia pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Sesekali menyentil peradaban yang “sakit” dengan gaya slengekan dan seadanya.
  2. Meniti Pelangi: “Kehidupan seperti pelangi. Penuh warna-warni; indah dan eksotis. Perbedaan justru membuat hidup dan kehidupan makin bermakna.” Itulah motto yang saya gunakan. Blog ini juga merupakan blog pribadi yang berisi catatan harian tentang sisi-sisi kehidupan sosial dan kemanusiaan.
  3. Blog MGMP Bahasa Indonesia SMP: Blog komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal Jawa Tengah yang diluncurkan pada tanggal 1 Desember 2008 ini merupakan blog komunitas guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Blog ini lahir sebagai wadah untuk bisa ikut berkiprah dalam memberikan sumbangsih pemikiran terhadap kemajuan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya, dan dunia pendidikan pada umumnya.

Jika berkenan, silakan mampir ke blog-blog tersebut. Insya-Allah, blog-blog tersebut tetep bisa ter-update secara rutin sebagai upaya untuk terus membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi.

Terima kasih dan salam budaya!

Sawali Tuhusetya

Menunggu Aksi Menjelang UN


Selama dua hari (Kamis-Jumat, 28-29 Agustus 2008), saya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi hasil Ujian Nasional (UN) di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Semarang Jawa Tengah. Dalam acara itu hadir Dr. Baedhowi, Dirjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Depdiknas, Dr. Ir. Indra Jati Sidi, mantan Dirjen Dikdasmen, Depdiknas, Prof. Dr. Djaali, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Depdiknas, perwakilan dari Pemkab/Pemkot dan Komisi E DPRD Kab/Kota se-Provinsi Jawa Tengah, pengurus MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), pengawas, serta pengurus MGMP (IPA dan Bahasa Indonesia SMP serta Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA SMA/SMK) dari 35 kabupaten se-Jateng. Kehadiran saya saat itu mewakili teman-teman guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kendal.

Secara jujur harus diakui, masih banyak persoalan yang muncul ketika UN digelar menjadi sebuah “ritual” menjelang akhir tahun; mulai kebocoran soal, materi soal yang diragukan kesahihannya, hingga penghalalan segala macam cara untuk mengatrol nilai UN demi meningkatkan “marwah” sekolah atau daerah. Selain itu, selalu saja ada sindrom kecemasan yang menghantui guru, orang tua, dan siswa ketika saat-saat yang paling mendebarkan itu tiba.

Lagi

Membumikan Tuhan ala Dharmadi


buku puisiUntuk ke sekian kalinya, Aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Kabupaten Kendal, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Minggu, 24 Agustus 2008 (pukul 09.00-13.30), penyair Dharmadi (Purwokerto) hadir menemui publik sastra Kendal. Tak kurang, sekitar 100 peminat dan pencinta sastra dari kalangan guru, mahasiswa, siswa SMP/SMA/MAN, dan masyarakat umum mengapresiasi sekaligus membedah teks-teks puisi karya penyair kelahiran Semarang, 30 September 1948, itu. Secara khusus, penyair yang kini menetap di Tegal (Jateng) itu mendedahkan antalologi puisi terbarunya, “Jejak Sajak” yang diterbitkan secara mandiri.

Acara diawali dengan pembacaan dua buah puisi oleh awak Teater Semut Kendal yang sekaligus juga menjadi penjaga gawang acara. Fenny mampu berekspresi secara total dan musikal sehingga mengundang aplaus pengunjung. Agaknya, pembacaan puisi yang total dan ekspresif itulah yang mampu membawa audiens ke ruang imajinasi yang hendak disuguhkan oleh sang penyair. Buktinya, begitu diskusi dibuka, muncul banyak respon. Tak hanya dari kalangan guru. Siswa pun tak kalah bersemangat dalam mengapresiasi dan berdiskusi. Abdul Majid, salah seorang siswa SMA 1 Kendal, misalnya, langsung menghentak lewat sebuah “gugatan”, “Mengapa Pak Dharmadi masih saja selalu mengangkat tema-tema religius ke dalam puisi? Bukankah tema-tema itu sudah menjadi tema umum yang diangkat oleh para penyair?”

Lagi

Diskusi Sastra dan Pembacaan Puisi Karya Dharmadi


Teater Semut Kendal kembali menggelar Diskusi Sastra yang dikemas dalam bentuk pembacaan puisi-puisi karya Dharmadi (penyair dari Purwokerto). Pembacaan puisi akan dilakukan oleh sang penyair dan awak Teater Semut secara teatrekal.

Acara tersebut digelar pada:

hari, tanggal: Minggu, 24 Agustus 2008

pukul: 09.00 WIB s.d. selesai

tempat: Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kendal, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 62 Kendal

Keterangan:

Kontribusi peserta:

a. Guru sebesar Rp30.000,00 perorang (buku, sertifikat, dan kudapan)

b. Pelajar/Umum sebesar Rp15.000,00 perorang (sertifikat dan kudapan)

Pendaftaran dapat dilakukan via kontak person: 081575463844, 085226251543
Usai pentas baca puisi dilanjutkan dengan Diskusi Sastra yang akan mengupas habis tentang penulisan teks puisi secara kreatif. Acara tersebut jelas akan sangat berarti bagi teman-teman sejawat guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal dalam upaya memberikan apresiasi sastra kepada sang pengarang sekaligus sebagai bekal menyajikan materi penulisan puisi secara kreatif kepada siswa didik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah penulisan puisi akan dikupas habis-habisan oleh sang penulis. Mohon untuk berkenan hadir. Terima kasih.

Salam Budaya,

Sawali Tuhusetya

Pembacaan Cerpen karya Budi Maryono dan Diskusi Sastra


Teater Semut Kendal akan menyelenggarakan Diskusi Sastra yang dikemas dalam bentuk pembacaan cerpen karya Budi Maryono (cerpenis dan redaktur Suara Merdeka, Semarang). Pembacaan cerpen akan dilakukan oleh sang cerpenis dan awak Teater Semut secara teatrekal.

Acara tersebut digelar pada:

hari, tanggal: Minggu, 27 Juli 2008

pukul; 09.00 WIB s.d. selesai

tempat: Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kendal, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 42 Kendal

keterangan:

1. kontribusi peserta Rp50.000,00 perorang

2. peserta mendapatkan sertifikat

3. peserta mendapatkan 1 (satu) buah buku kumpulan cerpen

4. kudapan

Usai pentas baca cerpen dilanjutkan dengan Diskusi Sastra yang akan mengupas habis tentang penulisan teks cerpen secara kreatif. Acara tersebut jelas akan sangat berarti bagi teman-teman sejawat guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal dalam upaya memberikan apresiasi sastra kepada sang pengarang sekaligus sebagai bekal menyajikan materi penulisan cerpen secara kreatif kepada siswa didik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah penulisan cerpen akan dikupas habis-habisan oleh sang penulis. Mohon untuk berkenan hadir. Terima kasih.

Salam Budaya,

Sawali Tuhusetya

Kangen Rumah Lama


Tanpa terasa, sudah hampir 5 bulan saya tidak mengurus gubug sederhana ini. Mohon maaf kepada sahabat-sahabat pengunjung yang “kesasar” di gubug ini :mrgreen: hingga akhirnya kecewa karena tidak pernah muncul tulisan terbaru. Kesibukan *halah sok* mengurus blog Catatan Sawali Tuhusetya agaknya telah membuat saya jadi “lupa diri” untuk mengurusnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung yang telah berkenan meninggalkan jejak komentar, sekaligus mohon maaf apabila saya tidak sempat merespon.

Gubug ini memang meninggalkan kenangan yang tak bisa saya lupakan. Saat-saat awal ngeblog, di gubug inilah saya sering berteriak. Meski gubug ini tidak pernah menyajikan sesuatu yang baru sejak 5 Januari 2008, agaknya masih ada juga pengunjung yang berkenan menjenguknya. Iseng-iseng saya melihat statistik blog lewat menu dasbor. Rumah ini rata-rata *halah, narsis* masih dikunjungi sekitar 150-an orang setiap harinya. Berikut ini skrinsyut jumlah pengunjung yang saya ambil pada tanggal 28 Mei 2008 pukul 00.13 WIB dini hari.

Lagi

Previous Older Entries