• Beranda
  • About Me!
  • Unduh

JALUR LURUS

Jadikan Hari Esok Lebih Baik

Feeds:
Tulisan
Komentar

Catatan terhadap Cerpen-Cerpen Sawali Tuhusetya *)

21 Agustus 2008 oleh Sawali Tuhusetya

Oleh: Kurnia Effendi

Membaca cerpen-cerpen Sawali, saya teringat syarat yang pernah saya terapkan untuk diri sendiri, agar saya “yang lain”, sebagai “pembaca” sebelum pembaca lain, lebih dulu menikmati cerpen itu. Lalu teringat juga pendapat seorang cerpenis jauh sebelum saya, bahwa cerita pendek adalah kisah yang habis dibaca dalam sekali duduk. Namun sebaliknya saya juga mendapatkan pengalaman luar biasa dengan membaca cerpen-cerpen panjang (yang seolah melawan kaidah istilahnya sendiri) karya Budi Darma.

Empat syarat (bisa kurang dan lebih) yang kemudian saya pegang itu adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan berbahasa: syarat utama penulis, agar cukup komunikatif, syukur-syukur mengandung estetika
  2. Logika fiksi: sekalipun fantastik ada “hukum” yang menjaga “kebenaran” kisah
  3. Gaya (meliputi teknik penceritaan, struktur, plot, majas, sudut pandang, karakter atau penokohan, dialog, deskripsi, konflik, dll)  bagaimana mengolah gagasan
  4. Orisinalitas: dewasa ini sangat sulit mencapainya, karena setiap pengarang terdahulu akan memberikan pengaruh kepada kita.

Dengan ketentuan itu saya terus berlatih. Sebagai orang yang hobi menulis, saya kadang-kadang juga gagal menulis cerpen. Jadi kepada siapa pun yang belum berhasil menulis cerpen, tak usah merasa cemas. Kesulitan itu menjadi hak para pengarang, sebaliknya, kemudahan adalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi calon penulis besar. Dengan, tentu saja, tak pernah putus asa dan mencintai pekerjaan menulis sebagai kebutuhan ruhani kita.

Mudah-mudahan buku Sawali ini adalah hasil kelahirannya yang pertama untuk menjangkau publik secara lebih luas, setelah sebelumnya hanya melalui suratkabar. Untuk kesempatan yang pertama, tidak tabu bila banyak hal yang kelak harus diperbaiki. Pengalaman pertama dalam peristiwa apapun senantiasa mendebarkan. Saya sendiri tak pernah malu mengatakan bahwa buku pertama saya, kumpulan puisi, mengandung banyak kesalahan, bukan hanya dari human error pengetikan, tetapi secara substansial. Tetapi, itulah jejak kita. Tak harus disesali kecuali dengan belajar lagi dan berkarya lebih baik.

Dari sisi tema dan segmentasi, saya pun sering tak sadar merasa bangga pernah menjadi penulis cerita remaja (Anita Cemerlang, Gadis, Hai, dll). Padahal Ahmad Shubanuddin Alwi, penyair Cirebon getol menggoda saya soal itu. Melihat sejarah yang ditempuh Sawali, saya jadi iri. Karena pada pengalaman perdananya justru langsung bertemu dengan publik dewasa yang lebih universal.

Secara terus terang, untuk memasuki realitas kehidupan, rentang pandangannya harus luas sekaligus terlibat. Saya kira Sawali lahir dan hidup di tengah-tengah peristiwa yang ditulisnya. Ketika Sawali mengatakan cerpen-cerpennya menyoroti kehidupan “wong cilik”, ini merupakan nilai yang membumi, lekat dengan keseharian orang banyak, dan hal-hal yang seharusnya menjadi karakter populasi terbanyak di negeri kita.

Untuk sampai pada cerpen yang mengandung suara orang kecil, mengangkat tradisi lokal, kritik sosial, sekaligus unsur magis yang tampaknya digunakan sebagai metafora peristiwa, dibutuhkan wawasan yang cukup memadai. Saya kira Sawali cukup jeli dalam pengamatan, sementara orang lain mungkin perlu melakukan riset.

Pendapat Maman Mahayana, bahwa materi cerita yang berpijak pada kultur keindonesiaan (bahkan dalam wilayah regional) lebih berharga ketimbang kisahan yang mengedepankan busa puitika yang mungkin kosong dari hikmah manfaat, selain perayaan terhadap sesuatu yang antah-berantah; saya setuju. Namun akan lebih setuju apabila ada paduan harmoni antara isi yang sarat muatan kritik sosial dan tradisi lokal dengan kemasan bahasa yang turut memperkaya benak pembaca. Karena bagi penulis Asia dan Timur Tengah pada umumnya, sisi eksotika tidak hanya diciptakan dari materi melainkan juga dari ekspresi dan cara ungkapnya. Misalnya Kawabata, Rabindranath Tagore, Yukio Mishima, Kahlil Gibran (untuk menyebut beberapa nama).

Dengan tuntunan syarat menulis cerpen itulah, kemudian saya sering mengamati karya orang lain dari sudut pandang subyektif. Pertama kali saya akan mencari kenikmatan membaca sejak paragraf pertama. Berbekal nasihat Seno Gumira untuk memosisikan diri lebih rendah dari bahan yang kita baca, tak akan muncul sikap apriori. Setelah usai satu cerpen, merenung untuk menangkap maksud pengarangnya, siasat apa yang digunakannya sehingga, misalnya, perhatian saya terbetot atau sebaliknya selalu kalis dan luput.

Sebenarnya ihwal dari kemampuan berbahasa adalah nilai komunikasinya. Ada seorang penulis dengan intelektual tinggi, materi yang cukup bernas untuk disampaikan, kerap tersandung pada urusan komunikasi. Sehingga perlu diulang-ulang dengan mencoba berbagai intonasi dan pemenggalan diksi untuk memperoleh informasi yang benar. Sawali telah terbebas dari urusan kerumitan, tetapi saya belum mengalami kenikmatan dalam membaca.

Saya sering curiga, jangan-jangan saya yang terlalu kenes sehingga mengharapkan ada kosakata baru atau majas yang belum pernah digunakan pengarang lain dalam cerpen-cerpen Sawali. Justru yang tampak adalah pengulangan metafora. Tentu saja perhatian saya sudah beralih pada gaya: ketika plot dimainkan, ketika karakter tokoh meyakinkan, ketika dialog diciptakan, ketika teknik dikembangkan.

Mungkin saya belum menemukan hal-hal baru. Boleh jadi secara stereotip, perilaku dan emosi manusia yang marginal (dari sisi ekonomi) pada tokoh-tokoh cerpen Sawali itu serupa dan senada karena tindihan persoalan hidup yang sama. Namun akan lebih kokoh sebuah cerita bila masing-masing tokoh punya karakter yang tidak digeneralisasi.

Secara highlight saya membaca dialog (yang diharapkan menyusun ketegangan) pada beberapa cerpen, terasa tidak efektif karena boleh dilewatkan. Padahal seharusnya dialog dan deskripsi akan saling membangun struktur cerita, saling mengisi. Paling tidak, cerpen dengan halaman yang terbatas harus semaksimal mungkin dipenuhi informasi tanpa harus cerewet. Di sini kita akan belajar mengenai ruang imajiner yang segera diisi oleh fantasi pembaca dengan gambaran peristiwa, bayangan dramatikal, dan ungkapan-ungkapan gemas, padahal tak tertulis (atau belum). Dengan keterlibatan total sang pembaca pada sebuah keberlangsungan cerita pendek, pengarang menjadi lebih ringan tugasnya dalam menarik-narik pembaca untuk konsentrasi.

Sawali telah memiliki modal besar dari sisi kekuatan bahan cerita. Akar ini telah tertanam benar pada ranah budaya (lokal), sebelum menjadi buah sastra (cerpen) sebaiknya lewatilah pohon bahasa. Artinya, kita harus sadar, bahwa tulisan yang diubahkemasan menjadi buku akan berselancar lebih lebar ke wilayah non-Jawa. Kesederhanaan di satu sisi akan menjadi primadona, namun penjelajahan pada pengertian-pengertian yang lebih kompleks boleh diperhatikan.

Hal lain yang perlu diketengahkan dalam cerita pendek adalah konflik. Sejauh ini, konflik kerap ditunjukkan dalam bentuk pertengkaran dan perilaku fisikal. Padahal konflik batin, ambiguitas, paradoks antara norma dan praktiknya, juga menjadi bagian yang penting, terutama dalam khazanah sastra. Mengapa film House of The Spirit atau Legend of The Fall selalu berkesan mendalam dan ingin di waktu-waktu berikutnya ditonton kembali? Itu, menurut pendapat saya, karena berbeda dengan film action Hongkong. Barangkali dengan mempertimbangkan kenyataan itu, film action berjudul Hero dan Crouching Tiger Hidden Dragon dikemas lebih puitis.

Dalam karya-karya (yang bakal menjadi klasik) itu ada endapan konflik yang kadang-kadang jadi multitafsir. Jika cerpen-cerpen Sawali tampak terlalu lugas, mungkin itu cara yang ditempuhnya dengan niat tulus. Artinya, tak ada paksaan untuk membuatnya sedikit misterius. Namun demikian di beberapa cerpen, tampak kekuatan surealisme, dan unsur ini menurut saya menarik dikembangkan dalam kesempatan berikutnya.

Sebagai fragmen, cerpen-cerpen Sawali telah tampil sesuai fungsinya. Merupakan potret yang kita lihat dalam bingkai awal dan akhir. Selanjutnya tinggal memperkuat latar belakang dan penokohan, sehingga dengan memejamkan mata kita dapat membayangkan masing-masing pemeran untuk tidak tertukar atau kehilangan ciri khas.

Selamat untuk Sawali Tuhusetya yang mulai hari ini akan berhadapan dengan pembaca yang lebih banyak dan sewaktu-waktu mengusik dengan sejumlah pertanyaan. Termasuk dalam forum diskusi ini.

Jakarta, 16 Mei 2008
PDS HB Jassin

oOo

*) Disajikan dalam acara Diskusi dan Peluncuran Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 16 Mei 2008. Kurnia Effendi, seorang cerpenis dan novelis, tinggal di Jakarta.

Ditulis dalam Budaya, Cerpen, Opini, Pendidikan, Sastra, moral, sosial | Bertanda diskusi sastra, Kumpulan Cerpen, Peluncuran Buku | No Comments Yet

  • TENTANG BLOG INI

    Catatan Sawali TuhusetyaBlog ini hanya berupa kumpulan catatan ringan seorang guru tentang dunia pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Ingin baca lanjutannya? Silakan meluncur ke sini!

  • Arsip

  • Kategori

  • Tulisan Terbaru

    • Informasi Alamat Blog
    • Menunggu Aksi Menjelang UN
    • Membumikan Tuhan ala Dharmadi
    • Catatan terhadap Cerpen-Cerpen Sawali Tuhusetya *)
    • Diskusi Sastra dan Pembacaan Puisi Karya Dharmadi
    • Pembacaan Cerpen karya Budi Maryono dan Diskusi Sastra
    • Kangen Rumah Lama
    • Sekilas Info!
  • Kalender

    Agustus 2008
    S S R K J S M
    « Jul   Des »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Tulisan Teratas

    • Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup melalui Dunia Pendidikan
    • Membangun Budaya Demokrasi melalui Pendidikan
    • Mengapa Pamor Guru Meredup?
    • Unduh
    • Catatan Tercecer dari Semiloka Nasional: Peran TIK dalam Revitalisasi Pembelajaran
    • "Langit Makin Mendung": Cerpen Multiwajah yang Kontroversial
    • Download Terbaru: Panduan Sertifikasi Guru dan Lesson Study
    • PERUBAHAN KURIKULUM DI TENGAH MITOS GLOBALISASI
  • Klik tertinggi

    • antobilang.wordpress.com/…
    • sawali.info/?page_id=242
    • kapucino.org/2007/10/16/b…
    • chikastuff.wordpress.com/…
    • andibagus.blogspot.com/20…
  • Komentar Terbaru

    khoirul di Usai Shalat Ied, Lantai Masjid…
    fitri di Download Terbaru: Panduan Sert…
    RAHIL di Membudayakan Cinta Lingkungan …
    meLdaLina di MAMPUKAH SERTIFIKASI GURU MEND…
    cyarra di Membudayakan Cinta Lingkungan …
    cyarra di Membudayakan Cinta Lingkungan …
  • RSS Sawali [dot] info

    • Nilai-nilai Kearifan Lokal di Balik Misteri Indonesia
    • Kepribadian yang Terbelah dan Rasa Keadilan yang Terkoyak
    • Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar
    • Ragam Bahasa Media Internet dan “Euforia” Berekspresi
    • KIB II dan Pupusnya Kekuatan Oposisi
  • RSS Sawali [dot] us

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Sawali [dot] co.cc

    • Perempuan di Atas Batu
    • 35 Cerita buat Seorang Wanita
    • Ragam Bahasa Internet dalam Perspektif Pragmatik
    • Guru Bahasa dan Semangat Bersastra
    • Masih Adakah Ruang untuk Mengebiri Sastra di Sekolah?
    • Review Cerpen “Sang Pembunuh”
    • Jagal Abilawa: Sawali Telah Kerasukan Ruh Sori Siregar, Edi AH Iyubenu, dan Kuntowijoyo
    • DHAWANGAN DAN SISI LAIN SAYA YANG “TERTAMPAR”: SEBUAH CATATAN PENDEK
    • Ragam Bahasa dan Ekspresi dalam Blog
    • Ranah Sosial dalam Teks Sastra
  • RSS Tulisan Sahabat

    • User Review: Ubuntu Desktop 9.10 (Karmic Koala)
    • Domain .Com Dari Kampanye Aku Ngeblog, Kamu?
    • Do’a dan Solusi
    • Apa sih Untungnya Investasi Reksadana?
    • Terjemahan Serat Wedhatama Sinom 6
  • RSS Tulisan Rekan Sejawat

    • Batik dalam Perspektif Budaya
    • Daftar Kata yang Paling Sering Dicari di WordPress?
    • Nilai-nilai Kearifan Lokal di Balik Misteri Indonesia
    • Praktek
    • Topless
  • SILATURAHMI

    • Adinugraha • hendriadi • kangguru • Seno Gumira Ajidarma • Catatan Pinggir • dongeng geologi • caplang • muhsinlabib • tahajudcallmq • senyumsehat • rickisaputra • myartikel • ruang baca • Nailah • Ersis • Ayu • Yari NK • bataknews • enggar • Al-jupri • Awan965 • Budi Raharjo • didikharianto • Johnherf • lubisgrafura • mtamim • rivermaya • tnnews • urip • zainurie • Anto S. Nugroho • erander • deni3wardana • Bung Alex • oyossaroso • murniramli • Anang • Warung Fiksi • Ngelink Blog • fertobhades • Kang Adhi • kangtutur • Deking • Antobilang • syamqomar • sisca79 • Pak Mawardi • Kang Sakri Weblog • Blog Guru • blogirang • Bangaiptop • menulisbuku • chaosregion • rozenesia • die4pleasure • majalahdewadewi • anggara • chikastuff • Mbak Fira • aRul • community.kompas • andreasharsono • Bung Marwan • Maulanusantara • eucalyptica • Sigid • Mbelgedez • herianto • almascatie • zulfaisalputera • extremusmilitis • unclegoop • blogrush • danalingga • andalasdejava • xwoman • calonorangtenarsedunia • Kurtubi • Pak JaF • mardun • edo • Pak Narto • SMA Cepiring • Muh. Shodiq • Edy Zaqeus • bachtiar • Mas Boby • Kang Kombor • benbego • Pak Yossi • Peyek • Munggur • Pak Gempur • Ardians • Mas Moer • Pandapotan • Bang Toga • nudee • ameliaday • Farid Gaban • Blog Asia • eNPe • Fahrurozy • nieznaniez • Sang qzink666 • br4inst0rming • Pak Aditya-Suandana • marsitol • Bedh • JIP Kendal • Mas Mulut • andriasharefa • Gola Gong • hersuharyanto • Muhidin M. Dahlan • Gunawan Mohammad • Iwan Fals • gRAK • salamatahari • Fakhrurrozy • Mbakpuak • Raja Huta • Benny Hidayat • Welly Arwanto • harian-istri-napi • Siwi-Chiw • Moh. Asrori • Sayap-Ade • sitijenang • Cak Alief • Cak Alif • Bu Enny • brapiolove • akafuji-Nisya • Ansori • bedh • agorsiloku • JOE • Mardies • edit-me

  • Tamu sejak 11 Juli 2007

    • 146,036 orang
  • Berhasil ditangkap

    13.260 komentar spam
    diblokir oleh
    Akismet
  • Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Personal Blogs - Blog Top Sites Blog Directory Subscribe with Bloglines

    sawali's site


  • Yang Sempat Mampir

    View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
    View Entire Community Provided by MyBlogLog
  • Foto-foto Flickr

    header20

    3P9290006

    2P9290005

    guru ngeblog 4

    guru ngeblog 3

    More Photos

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish