Cerpen: Sawali Tuhusetya
Bilik Sarkawi yang sumpek, singup, dan gelap diselimuti asap dupa. Baunya yang khas berbaur aroma kembang telon dan minyak serimpi menyedak hidung. Sarkawi merasakan pikirannya hanyut dan tenggelam dalam arus percumbuan yang ganjil. Melayang-layang. Sepotong kepala yang tergantung dalam bilik itu tampak menjelma bagai wajah bidadari. Anggun, cantik, memesona, putih bercahaya, memancarkan aura [...]
Arsip untuk September, 2007
Kepala di Bilik Sarkawi
Diposkan dalam Cerpen, Refleksi, Sastra, moral, multikultur, sosial, tradisi pada 29 September 2007 | 28 Komentar »
Sepotong Kepala
Diposkan dalam Budaya, Cerpen, Refleksi, Sastra, moral, multikultur, sosial, tradisi pada 27 September 2007 | 18 Komentar »
Cerpen: Sawali Tuhusetya
Para penduduk bergidik ngeri menyaksikan jasad Sukardal yang hanya tinggal gembungnya, seperti bangkai babi yang barusan dibantai tukang jagal. Sepotong kepalanya menggelinding entah di mana. Bayangan kebiadaban menggerayangi setiap kepala.
“Untuk apa orang gemblung seperti Sukardal dibunuh!” teriak seseorang disambung gumam-gumam lirih yang tumpah di tengah kerumunan penduduk.
“Benar-benar biadab!” sahut yang lainnya.
“Kalau bukan iblis, [...]
Di manakah Empati Kita terhadap Sesama?
Diposkan dalam Artikel, Budaya, Opini, Pendidikan, Refleksi, moral, multikultur, sosial pada 25 September 2007 | 15 Komentar »
Belakangan ini praktik kehidupan yang terpampang di atas panggung peradaban makin liar dan buas saja. Praktik kekerasan dan vandalisme (hampir-hampir) menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan dalam dinamika perjalanan bangsa ini. Lihat saja di layar TV! Kotak ajaib itu seolah-olah sudah belepotan darah setiap hari. Tawuran antarkampung, perampokan, pencurian, penggusuran, pemerkosaan, dan lain-lain sudah menjadi [...]
8 Pantangan
Diposkan dalam Blogroll pada 25 September 2007 | 15 Komentar »
Dalam rangka menjalanken amanat penderitaan rakyat blogger yang suka bikin hetrix comment, dengan ini saia saya nyataken 8 pantangan yang tidak boleh dilakuken oleh saia saya:
1. Menjadi murtad.
2. Menjadi koruptor.
3. Menuduh orang lain tanpa bukti.
4. Berdebat tanpa argumen.
5. Menggertak anak jalanan.
6. Melakuken kekerasan terhadap kaum perempuan.
7. Mengurung binatang.
8. Memaksa orang yang tidak mau dipaksa.
Dengan [...]
Sastra Koran vs Sastra Cyber
Diposkan dalam Artikel, Bahasa, Budaya, Esai, Opini, Pendidikan, Sastra, moral, sosial pada 23 September 2007 | 25 Komentar »
Semenjak dunia sastra merambah dunia maya alias internet, banyak kalangan –terutama mereka yang mengklaim dirinya sebagai sastrawan– merasa gerah. Pasalnya, lewat berbagai blog yang gratisan, hampir setiap orang bisa memublikasikan teks-teks sastra ciptaannya. Bahkan, teks sastra yang tergolong “sampah” pun bisa dengan mudah terpublikasikan. Hal yang (hampir) mustahil terjadi dalam sastra koran. Untuk bisa [...]
Taufiq Ismail tentang “Gerakan Syahwat Merdeka”
Diposkan dalam Artikel, Bahasa, Budaya, Esai, Opini, Pendidikan, Refleksi, Sastra, moral, sosial pada 19 September 2007 | 25 Komentar »
Tulisan ini mungkin bisa dikatakan terlambat. Pasalnya, fenomena “Gerakan Syahwat Merdeka” ini telah mencuat pada 20 Desember 2006 yang lalu dalam sebuah pidato kebudayaan yang disampaikan Taufiq Ismail di depan Akademi Jakarta. Namun, sekadar untuk ikut urun rembug dalam menyikapi dinamika dunia sastra, tak apalah kalau akhirnya saya ikut-ikutan latah membuat postingan “sampah” ini. hehehehe [...]
Download Terbaru: Panduan Sertifikasi Guru dan Lesson Study
Diposkan dalam Blogroll, Pendidikan pada 17 September 2007 | 35 Komentar »
Sertifikasi merupakan proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi bagi guru prajabatan dilakukan melalui pendidikan profesi di LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah diakhiri dengan uji kompetensi. Sedangkan, sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk portofolio. Namun, panduan mengenai pelaksanaan sertifikasi guru dan [...]
“Premanisme” dalam Dunia Pendidikan
Diposkan dalam Artikel, Blogroll, Opini, Pendidikan, Refleksi, sosial pada 15 September 2007 | 19 Komentar »
3 Juli 2007 yang lalu, Presiden SBY mengeluarkan PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2007 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN DI BIDANG PENANAMAN MODAL. Dalam lampiran II disebutkan, Pendidikan Dasar dan Menengah termasuk Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan (dengan batasan kepemilikan modal asing maksimal [...]
Menjual Ideologi Lewat Blog
Diposkan dalam Artikel, Blogroll, Opini, Pendidikan, Refleksi, moral, multikultur, sosial, tradisi pada 14 September 2007 | 37 Komentar »
Beberapa hari belakangan ini, para blogger WP disentakkan oleh kehadiran blogger baru yang unik dan kontroversial. Pasalnya, blogger dengan nama “mistis” Ratu Adil Satria Pinandhita dengan slogan “Pendekar supersakti pemimpin seluruh manusia memasuki dimensi baru” itu selalu nangkring di BOTD WP pada posisi teratas. Efeknya, banyak blogger yang penasaran untuk mengunjunginya. Semakin banyak yang berkunjung, [...]
Semata-mata Mencari Ridha-NYA
Diposkan dalam Blogroll, Opini, Refleksi, sosial pada 12 September 2007 | 18 Komentar »
Ramadhan datang menjelang. Umat Muslim di seluruh belahan dunia menyambutnya. Bahkan, seluruh penghuni bumi ikut merasakan getaran hadirnya bulan religius yang akan mengangkat harkat manusia yang lebih terhormat dan bermartabat, yakni insan yang taqwa.
Berkaitan dengan hadirnya bulan suci tersebut, saya dan keluarga mohon maaf kepada sahabat-sahabat yang telah berkenan untuk mengunjungi blog “JALUR LURUS”. Saya [...]
Bangsa yang Malas Membaca
Diposkan dalam Artikel, Bahasa, Blogroll, Budaya, Opini, Pendidikan, Refleksi pada 11 September 2007 | 20 Komentar »
Di bulan September ini sebenarnya ada dua agenda penting dan bermakna dalam membangun sebuah peradaban yang lebih mulia dan bermartabat, yakni ibadah puasa dan aktivitas membaca. Ibadah puasa, seperti yang telah banyak ditulis oleh para pakar dan pemerhati masalah keagamaan, merupakan wahana yang tepat untuk menggembleng dan menyempurnakan diri menjadi insan kamil. Melalui puasa, kita [...]























